SOSIALISASI PELAYANAN PEMUSTAKA TERKAIT DENGAN PENARIKAN DENDA SESUAI DENGAN PP NOMOR 59 THUN 2018 TENTANG JENIS DAN TARIF PENERIMAAN PNBP DI KEMENTERIAN AGAMA

 Senin, 02 September 2019 – PP Nomor 59 Thun 2018 Tentang Jenis Dan Tarif Penerimaan PNBP Di Kementerian Agama merupakan produk hukum yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia untuk mengatur penerimaan negara bukan pajak.

Perpustakaan IAIN Bengkulu yang merupakan unit satuan kerja di bawah Kementerian Agama yang menerapkan peraturan tersebut guna mewujudkan penyelenggaran perpustakaan yang sesuai ketentuan yang berlaku.

Maksud dari Kegiatan ini adalah mengupayakan peningkatan pengetahuan dan kesadaran hukum kepada masyarakat akademis di lingkungan IAIN Bengkulu agar sadar akan peraturan yang berlaku mengenani sanksi keterlambatan peminjaman koleksi di perpustakaan IAIN Bengkulu.

Peserta sosialisasi ini merupakan mahasiswa dari semua Fakultas yang ada di IAIN Bengkulu. Kegiatan yang dibagi menjadi dua sesi ini dihadiri oleh ribuan peserta. Pada sesi pertama peserta berasal dari mahasiswa Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah, Fakultas Syariah dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. Pada siang harinya, sesi kedua dihadiri oleh mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Tadris IAIN Bengkulu.

PUSAT PERPUSTAKAAN IAIN BENGKULU GELAR PEMILIHAN DUTA BACA PERPUSAKAAN 2019

Demi menggalakan dan meningkatkan minat baca serta kunjungan mahasiswa dan civitas akademika IAIN Bengkulu, maka Pusat Perpustakaan IAIN Bengkulu mengadakan kegiatan pemilihan Duta Baca perpustakaan 2019, (Jum’at dan Sabtu, 30 dan 31 Agustus 2019). Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dari seluruh Fakultas yang ada di IAIN Bengkulu.

Peserta yang terpilih mengikuti seleksi sebanyak 40 orang. Diawali dengan mengerjakan tes kognitif peserta diuji pengetahuan mengenai perpustakaan dan informasi. Selanjutnya seluruh peserta mempresentasikan visi, misi serta program kerja jika terpilih menjadi duta baca. Setelah itu peserta yang telah selesai presentasi langsung melanjutkan sesi wawancara .

Peserta dinilai oleh tiga orang dewan juri , yakni Ahmad Irfan, S.Sos.I, M.Pd,I (Kepala Perpustakaan IAIN Bengkulu), Dr. Nelly Marhayati, M.si (Akademisi dan Psikolog) dan Pihan Pino, S.Kom, M.Kom (GMR RB TV).

Hasilnya, Annis Mahmudah mahasiswa Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiah, Fakultas Tarbiyah dan Tadris terpilih menjadi pemenang pertama Duta Baca Pusat Perpustakaan Iain Bengkulu 2019. Diurutan kedua dan ketiga yakni Arbi Dwi Mardianto mahasiswa Jurusan Komunikasi Dan Penyiaran Islam dan Desi Anggeraini Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam.

Pusat Perpustakaan IAIN Bengkulu Terima Kunjungan Siswa SDIT Al Hasanah Kota Bengkulu

Pusat Perpustakaan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bengkulu mendapat kunjungan dari pelajar Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al Hasanah Kota Bengkulu, Rabu (17/7/2019). Pada kesempatan itu, pelajar SDIT Al Hasanah yang berkunjung sebanyak 117 pelajar, didampingi 8 tenaga pendidik.

Pusat Perpustakaan IAIN Bengkulu sengaja menjadi target kunjungan karena perpustakaan tersebut merupakan perpustakaan terbesar di Sumatera Bagian Selatan dan memiliki fasilitas yang lengkap.

Kunjungan para pelajar SDIT Al Hasanah adalah sebagai kegiatan edukasi. “Kegiatan ini sebagai kegiatan kunjungan edukasi, para pelajar kita ajarkan untuk mengenal lebih dekat perpustakaan yang merupakan lembaga pengelola informasi, kegiatan ini juga untuk memperkaya pengetahuan mengenai pengelola dan perpustakaan bagi para pelajar,” ungkap salah satu tenaga pendidik yang mendampingi para pelajar tersebut.

Sesampainya di perpustakaan, para siswa diajak berkeliling ke setiap layanan yang dilayankan di perpustakaan. Didampingi oleh pustakawan para siswa juga melakukan tanya jawab mengenai pengelolaan perpustakaan, dari tata cara menjadi anggota hingga peminjaman koleksi perpustakaan.

Selain itu, para siswa juga diajak mendengarkan story telling dan diedukasi mengenai pentingnya literasi informasi bagi kehidupan sehari-hari agar terhindar dari informasi-informasi yang tidak benar.

Pusat Perpustakaan IAIN Bengkulu tidak hanya melayani para civitas akademik, namun juga masyarakat luar yang ingin berkunjung dan memakai layanan yang diberikan Pusat Perpustakaan IAIN Bengkulu.

Pusat Perpustakaan IAIN Bengkulu berharap para siswa dapat memanfaatkan sebaik mungkin layanan-layanan yang diadakan, tidak hanya Pusat Perpustakaan IAIN Bengkulu saja tetapi layanan-layanan di perpustakaan umum dan khususnya di perpustakaan sekolah mereka, sebagai langkah awal menggiatkan literasi di sekolah mereka sendiri.

Pascasarjana IAIN Bengkulu Kerjasama dengan Pusat Perpustakaan IAIN Bengkulu Gelar Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah Bagi Mahasiswa Pascasarjana IAIN Bengkulu

Rabu, Bengkulu – Program Pasca Sarjana IAIN Bengkulu bekerjasama dengan Pusat Perpustakaan IAIN Bengkulu mengadakan pelatihan penulisan karya ilmiah bagi mahasiswa pasca sarjana S2 IAIN Bengkulu. lokakarya yang diadakan ini bertujuan untuk meningkatkan mutu karya tulis ilmiah yang ditulis mahasiswa nanti.

Kepala Pusat Perpustakaan IAIN Bengkulu Ahmad Irfan menyatakan pelatihan ini bertujuan meningkatkan kualitas SDM di lingkup IAIN Bengkulu. “Mahasiswa Pascasarjana harus diperkuat dalam penulisan jurnal dan karya ilmiah lainnya serta penenelusuran informasi digital demi meningkatkan SDM IAIN Bengkulu,” jelas Ahmad irfan saat menyampaikan sambutan dalam Pelatiham Penulisan Karya Ilmiah bagi Mahasiswa Pascasarjana IAIN Bengkulu, di Pusat Perpustakaan IAIN Bengkulu, pada Rabu (26/6/2019).

Sementara itu, Direktur Pascasarjana IAIN Bengkulu Dr. Rohimin menyatakan mahasiswa strata 2 harus memiliki kualifikasi karya ilmiah berbentuk jurnal yang diterbitkan di jurnal ilmiah nasional terutama yang telah terakreditasi Dikti sesuai dengan surat edaran No. 152/E/T/2012 tanggal 27 Januari 2012. Untuk meningkatkan publikasi ilmiah Indonesia yang masih rendah, Dr, Rohimin menyatakan dengan adanya pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas penulisan jurnal ilmiah yang baik sehingga bisa diterbitkan di jurnal-jurnal ilmiah terakreditasi dan dengan begitu dapat pula meningkatkan jumlah publikasi ilmiah Indonesia.

Dr. Rohimin juga berharap perpustakaan dapat mencontoh Kuttab pada masa yang lalu dimana kuttab sejajar dengan universitas. Kuttab tidak hanya mengajarkan baca tulis saja, mengikuti kebutuhan manyarakat, kuttab pun mengembangkan kurikulum-kurikulum baru. Begitu pula dengan perpustakaan, sebagai jantungnya perguruan tinggi kedepannya diharapkan bisa menjadi pusat aktifitas ilmiah, baik itu penulisan, penelitian, penelusuran yang bersifat ilmiah guna menunjang pengembangan perguruan tinggi.

Reportase/Fotografer: Muhammad Yusrizal

 

Pustakawan IAIN Bengkulu Raih Juara 1 Pustakawan Berprestasi Provinsi

Dalam rangka meningkatkan kegemaran membaca, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Bengkulu mengadakan Lomba Pemilihan Pustakawan Berprestasi Tahun 2019 yang dilaksanakan di hotel Latansa pada tanggal 29 – 30 April 2019. Perlombaan ini diikuti oleh 21 peserta dari berbagai Pustakwan se-provinsi Bengkulu diantaranya Pustakwan tingkat Daerah, Tingkat Perguruan Tinggi, dan tingkat Sekolah.

Salah satu peserta yang mewakili dari Pusat Perpustakaan IAIN Bengkulu yaitu Syahril, S. Sos.I, M. Ag. Syahril berhasil meraih juara 1 Pustakawan Berprestasi Tahun 2019 dan berkesempatan akan ikut berkompetisi lagi ke tingkat Nasional di Perpustakaan Nasional RI Jakarta.

Sebagai pemenang Syahril Berharap menjadi Pustakawan harus berinovasi di Era Informasi dan harus mempunyai ide dalam berinovasi agar memiliki sesuatu yang baru dalam melayani pemustaka.

Menurut Syahril,  Pustakawan harus unggul dalam memberikan pendampingan, melayani, dan memberikan konsultasi informasi dan pengetahuan di era milenial kepada pemustaka. Salah satu inovasi pustakawan dalam mengemas informasi dengan cara meningkatkan kompetensi pustakawan. Karena dengan keterampilan dan kepiawaian seorang pustakawan sangat diperlukan untuk memberikan layanan prima kepada para pemustaka dalam menyediakan informasi. Keunggulan dan kecendikiawanannya dalam berbagi dan mengemas informasi dan sumber belajar akan sangat teruji ketika memberikan pendampingan dan konsultasi kepada pemustaka di perpustakaan. Kesungguhan dan komitmen untuk berbagi ilmu dan pengetahuan secara langsung dan tidak langsung menjadi bagian proses pendampingan untuk melayani para pemustaka. Kompetensi pustakawan harus mengikuti arus perkembangan globalisasi, terang syahril yang merupakan pustakawan IAIN Bengkulu.